• Oct : 12 : 2012 - Keajaiban Dunia Yang Hanya Ada di Iran (Must Read)
  • Nov : 5 : 2010 - Risalah dari Hati, Bagi Para Perokok
  • Nov : 21 : 2009 - Ketika umat dilanda fitnah (2)

Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.

kamp

Abu Ibrahim bercerita:

Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…

Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..

Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:

الحَمْدُ لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً .. الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً ..

Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…

Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh… ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi… kedua tangannya buntung… matanya buta… dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya…

Kuperhatikan kondisinya sambil mencari adakah ia memiliki anak yg mengurusinya? atau isteri yg menemaninya? ternyata tak ada seorang pun…

Aku beranjak mendekatinya, dan ia merasakan kehadiranku… ia lalu bertanya: “Siapa? siapa?”

“Assalaamu’alaikum… aku seorang yg tersesat dan mendapatkan kemah ini” jawabku, “Tapi kamu sendiri siapa?” tanyaku.

“Mengapa kau tinggal seorang diri di tempat ini? Di mana isterimu, anakmu, dan kerabatmu? lanjutku.

“Aku seorang yg sakit… semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal…” jawabnya.

“Namun kudengar kau mengulang-ulang perkataan: “Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…!! Demi Allah, apa kelebihan yg diberikan-Nya kepadamu, sedangkan engkau buta, faqir, buntung kedua tangannya, dan sebatang kara…?!?” ucapku.

“Aku akan menceritakannya kepadamu… tapi aku punya satu permintaan kepadamu, maukah kamu mengabulkannya?” tanyanya.

“Jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan mengabulkan permintaanmu” kataku.

“Engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… bukankah Allah memberiku akal sehat, yg dengannya aku bisa memahami dan berfikir…?

“Betul” jawabku. lalu katanya: “Berapa banyak orang yang gila?”

“Banyak juga” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia” jawabnya.

“Bukankah Allah memberiku pendengaran, yg dengannya aku bisa mendengar adzan, memahami ucapan, dan mengetahui apa yg terjadi di sekelilingku?” tanyanya.

“Iya benar”, jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb” jawabnya.

“Betapa banyak orang yang tuli tak mendengar…?” katanya.

“Banyak juga…” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb”, katanya.

“Bukankah Allah memberiku lisan yg dengannya aku bisa berdzikir dan menjelaskan keinginanku?” tanyanya.

“Iya benar” jawabku. “Lantas berapa banyak orang yg bisu tidak bisa bicara?” tanyanya.

“Wah, banyak itu” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb” jawabnya.

“Bukankah Allah telah menjadikanku seorang muslim yg menyembah-Nya… mengharap pahala dari-Nya… dan bersabar atas musibahku?” tanyanya.

“Iya benar” jawabku. lalu katanya: “Padahal berapa banyak orang yg menyembah berhala, salib, dan sebagainya dan mereka juga sakit? Mereka merugi di dunia dan akhirat…!!”

“Banyak sekali”, jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb” katanya.

Pak tua terus menyebut kenikmatan Allah atas dirinya satu-persatu… dan aku semakin takjub dengan  kekuatan imannya. Ia begitu mantap keyakinannya dan begitu rela terhadap pemberian Allah…

Betapa banyak pesakitan selain beliau, yg musibahnya tidak sampai seperempat dari musibah beliau… mereka ada yg lumpuh, ada yg kehilangan penglihatan dan pendengaran, ada juga yg kehilangan organ tubuhnya… tapi bila dibandingkan dengan orang ini, maka mereka tergolong ‘sehat’. Pun demikian, mereka meronta-ronta, mengeluh, dan menangis sejadi-jadinya… mereka amat tidak sabar dan tipis keimanannya terhadap balasan Allah atas musibah yg menimpa mereka, padahal pahala tersebut demikian besar…

Aku pun menyelami fikiranku makin jauh… hingga akhirnya khayalanku terputus saat pak tua mengatakan:

“Hmmm, bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang… maukah kamu mengabulkannya?”

“Iya.. apa permintaanmu?” kataku.

Maka ia menundukkan kepalanya sejenak seraya menahan tangis.. ia berkata: “Tidak ada lagi yg tersisa dari keluargaku melainkan seorang bocah berumur 14 tahun… dia lah yg memberiku makan dan minum, serta mewudhukan aku dan mengurusi segala keperluanku… sejak tadi malam ia keluar mencari makanan untukku dan belum kembali hingga kini. Aku tak tahu apakah ia masih hidup dan diharapkan kepulangannya, ataukah telah tiada dan kulupakan saja… dan kamu tahu sendiri keadaanku yg tua renta dan buta, yg tidak bisa mencarinya…”

Maka kutanya ciri-ciri anak tersebut dan ia menyebutkannya, maka aku berjanji akan mencarikan bocah tersebut untuknya…

Aku pun meninggalkannya dan tak tahu bagaimana mencari bocah tersebut… aku tak tahu harus memulai dari arah mana…

Namun tatkala aku berjalan dan bertanya-tanya kepada orang sekitar tentang si bocah, nampaklah olehku dari kejauhan sebuah bukit kecil yang tak jauh letaknya dari kemah si pak tua.

Di atas bukit tersebut ada sekawanan burung gagak yg mengerumuni sesuatu… maka segeralah terbetik di benakku bahwa burung tersebut tidak lah berkerumun kecuali pada bangkai, atau sisa makanan.

Aku pun mendaki bukit tersebut dan mendatangi kawanan gagak tadi hingga mereka berhamburan terbang.

Tatkala kudatangi lokasi tersebut, ternyata si bocah telah tewas dengan badan terpotong-potong… rupanya seekor serigala telah menerkamnya dan memakan sebagian dari tubuhnya, lalu meninggalkan sisanya untuk burung-burung…

Aku lebih sedih memikirkan nasib pak tua dari pada nasib si bocah…

Aku pun turun dari bukit… dan melangkahkan kakiku dengan berat menahan kesedihan yg mendalam…

Haruskah kutinggalkan pak Tua menghadapi nasibnya sendirian… ataukah kudatangi dia dan kukabarkan nasib anaknya kepadanya?

Aku berjalan menujuk kemah pak Tua… aku bingung harus mengatakan apa dan mulai dari mana?

Lalu terlintaslah di benakku akan kisah Nabi Ayyu ‘alaihissalaam… maka kutemui pak Tua itu dan ia masih dalam kondisi yg memprihatinkan seperti saat kutinggalkan. Kuucapkan salam kepadanya, dan pak Tua yg malang ini demikian rindu ingin melihat anaknya… ia mendahuluiku dengan bertanya: “Di mana si bocah?”

Namun kataku: “Jawablah terlebih dahulu… siapakah yg lebih dicintai Allah: engkau atau Ayyub ‘alaihissalaam?”

“Tentu Ayyub ‘alaihissalaam lebih dicintai Allah” jawabnya.

“Lantas siapakah di antara kalian yg lebih berat ujiannya?” tanyaku kembali.

“Tentu Ayyub…” jawabnya.

“Kalau begitu, berharaplah pahala dari Allah karena aku mendapati anakmu telah tewas di lereng gunung… ia diterkam oleh serigala dan dikoyak-koyak tubuhnya…” jawabku.

Maka pak Tua pun tersedak-sedak seraya berkata: “Laa ilaaha illallaaah…” dan aku berusaha meringankan musibahnya dan menyabarkannya… namun sedakannya semakin keras hingga aku mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya… hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Ia wafat di hadapanku, lalu kututupi jasadnya dengan selimut yg ada di bawahnya… lalu aku keluar untuk mencari orang yg membantuku mengurus jenazahnya…

Maka kudapati ada tiga orang yg mengendarai unta mereka… nampaknya mereka adalah para musafir, maka kupanggil mereka dan mereka datang menghampiriku…

Kukatakan: “Maukah kalian menerima pahala yg Allah giring kepada kalian? Di sini ada seorang muslim yg wafat dan dia tidak punya siapa-siapa yg mengurusinya… maukah kalian menolongku memandikan, mengafani dan menguburkannya?”

“Iya..” jawab mereka.

Mereka pun masuk ke dalam kemah menghampiri mayat pak Tua untuk memindahkannya… namun ketika mereka menyingkap wajahnya, mereka saling berteriak: “Abu Qilabah… Abu Qilabah…!!”

Ternyata Abu Qilabah adalah salah seorang ulama mereka, akan tetapi waktu silih berganti dan ia dirundung berbagai musibah hingga menyendiri dari masyarakat dalam sebuah kemah lusuh…

Kami pun menunaikan kewajiban kami atasnya dan menguburkannya, kemudian aku kembali bersama mereka ke Madinah…

Malamnya aku bermimpi melihat Abu Qilabah dengan penampilan indah… ia mengenakan gamis putih dengan badan yg sempurna… ia berjalan-jalan di tanah yg hijau… maka aku bertanya kepadanya:

“Hai Abu Qilabah… apa yg menjadikanmu seperti yg kulihat ini?”

Maka jawabnya: “Allah telah memasukkanku ke dalam Jannah, dan dikatakan kepadaku di dalamnya:

( سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار )

Salam sejahtera atasmu sebagai balasan atas kesabaranmu… maka (inilah Surga) sebaik-baik tempat kembali

Kisah ini diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya: “Ats Tsiqaat” dengan penyesuaian.

32 Responses so far.

  1. Maggie says:

    “Balasan nan Indah

  2. [...] oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al [...]

  3. qudwatunnissa says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, crt yg sgt mnyentuh dan mgugah ht..
    Ustadz ana mau ty sbatas mana mngeluh yg d perblhkan oleh syariat,soalny tkadang ktk muncul rasa skt kita otomatis mngeluh rasa skt yg d drt, sprt mngucapkn :aduh kplku pusing,aduh prtku skt dll. Sbatas mana ssorng d ktkan sabar dlm mhadapi musibah..maaf y klo ana bty ttg hal ini!

  4. ummihasna says:

    Subhanallah..Allahu Akbar..crt yg mbuat mata mnangis dan mrenung

  5. [...] oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al [...]

  6. [...] oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al [...]

  7. [...] oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al [...]

  8. [...] oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al [...]

  9. abdullah says:

    ijin copas stad….

  10. AFR says:

    Jazakallah ustadz…
    Semoga cerita ini bermanfaat untuk kita semua. Dan membantu kita untuk senantiasa bersabar atas segala cobaan yang kita alami.

  11. dwi says:

    Jazakillah khair..
    semoga saya bisa mengurangi rasa berkeluh kesah …
    semoga bisa bersabar dan bersyukur atas semua nikmat dan karunia ALLOH…
    mohon ijin copy paste, ustadz

  12. abu mustaqim says:

    assalamualaykum

    Ustadz…ma ajmal qishoh…. jamil jiddan…..semoga kita semua bisa memperoleh ibroh dari kisah ini..amin

    ijin copas…dan ana tunggu lagi kisah penuh ibrohnya ustad…jazakallohu khair

  13. [...] Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify. [...]

  14. al faqir says:

    assalamaualaiakum, ijin copas, di blog saya sbgaia bahan renungan dan tauladan untuk selalu bersyukur dan Bersabar,

    http://widiy.blogspot.com/2010/07/tauladan-sabar-dan-syukur.html

  15. [...] http://basweidan.wordpress.com/2009/…san-nan-indah/ Categories: syukur Tag:syukur Komentar (0) Lacak Balik (0) Tinggalkan komentar Lacak balik [...]

  16. asyrop qomarudin says:

    assalamualaykum ya Abu Hudzaifah Al Atsary, maaf kalau saya terdengar bodoh dan tak tahu adab. Tapi saya ingin bertanya:
    1. Apakah kisah di atas adalah kisah nyata?
    2.Mimpi seperti itu, adakah penjelasannya ya Ustad?

    • Wa’alaikumussalaam… Iya, kisah itu diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitabnya: “Ats Tsiqaat”, pada biografi Abu Qilabah Al Jarmy, jadi bukan dongeng atau cerita fiksi…
      Adapun mimpi seperti itu, maka boleh kita percaya dan boleh juga tidak… karena bukan dalil qoth’i (yakni dalil yang bersifat pasti)… mimpi seorang mukmin -kalaupun benar adanya- maka bersifat sepihak, artinya hanya berkaitan dgn ybs, dan tidak bisa diterapkan ke orang lain.

  17. Adhe says:

    Subhannalloh…..Kuatkan hamba dalam ya Robb dalam menghadapi segala cobaan, dan agar dapat selalu istiqomah dijalan-Mu.

  18. Ahlul Bid'ah Wal Harakah says:

    Subhanallah, Masya Allah,,, Allahu Akbar…

  19. abu tsurayya says:

    subhanallah

    jd teringat kisah imam Ahmad bin Hanbal yg mana beliau takut kalau beliau mengeluh kala sakit nanti dicatat sbg amal buruk oleh malaikat.

  20. Abu syaef says:

    Subhanallah..Terus terang saya iri terhadap Abu Qillabah..Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi petunjuk agar saya bisa sabar seperti beliau

  21. amar muhammad says:

    kisah yg sangat bagus.. T_T…

    hiks… sedih tapi berujung indah..

  22. yuniar rinawati says:

    Seorang teman menyarankan saya untuk membaca kisah di atas, ternyata Subhanallah, kisah yang sangat menggugah kita untuk senantiasa bersyukur kepada ALLAH SWT atas semua nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kita…
    Terima kasih…

  23. shohib_khoyir says:

    Subhanalloh. Betapa mulia orang ini yg tidak mengeluh terhadap ujian yg Alloh berikan kepadanya…
    Semoga Alloh menjadikan saya seperti Abu Qilabah yg sabar dalam setiap ujian yg Alloh berikan kepadanya….Amiiinnn

  24. addariny says:

    MasyaAlloh kisah yang sangat bagus…
    Mo nanya, apa yang dimaksud Abu kilabah al-Jarmi al-Bashri, Abdulloh bin Zaid bin Amr?…
    Kisah tersebut diatas di Siyar A’lamin Nubala di jilid dan hal berapa?… afwan wa syukron….

Leave a Reply


George dan Iedul Adha...

Posted on Dec - 31 - 2012

4 Comments

Karena Doa, Hutang Menjadi...

Posted on Dec - 15 - 2012

3 Comments

Idealisme Pengusaha Muslim

Posted on Dec - 15 - 2012

6 Comments

Keajaiban Dunia Yang Hanya...

Posted on Oct - 12 - 2012

9 Comments

Sebuah Klarifikasi…

Posted on Sep - 19 - 2012

53 Comments

Hijab & Kehormatan Wanita

Posted on Jul - 6 - 2009

8 Comments

Balasan nan Indah…

Posted on Jul - 17 - 2009

32 Comments

Mahmud bin Sabaktekin, Pejuang...

Posted on May - 21 - 2009

4 Comments

Kenali Lisan Anda

Posted on Jul - 3 - 2009

0 Comment

Twitter updates

No public Twitter messages.

Banner

  • Tanya Jawab Masalah Keluarga Wanita
  • Yufid.com Islamic Search Engine
  • Kisah Cinta Penggugah Jiwa Para Nabi dan Rasul
  • Info Tentang Syiah