Posted by Abu Hudzaifah Al Atsary Dec - 31 - 2012 4 Comments
Mohon dibaca dan direnungi berdasarkan realita kita dengan seksama… George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah. George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet. Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Read More ...
Lahir tahun 1944, Beliau seorang wanita tangguh yang sorot matanya terpaku pada Baitul Maqdis… padanya terpendam kekuatan seorang laki-laki dan kelembutan seorang wanita. Ia tegar menghadapi penjajahan dengan segala kebengisannya, dan nekat menerjang rintangan yang penuh aral dan duri kaum Zionis, untuk menuju Masjidil Aqsha tanpa takut dan bosan. Ia tak berbeda seperti ibu-ibu Palestina lainnya yang pemberani, yang merelakan buah hati mereka untuk syahid demi membela kehormatan. Beliau seorang Read More ...
Berbekal seminar di Mesjid Muniroh tadi, Ahmad semakin tertarik untuk mengikuti kajian-kajian yang mengacu ke manhaj Salaf. Pengajian favoritnya adalah di Mesjid Istiqomah Penumping, yang di antaranya diasuh oleh ustadz AM. Mengingat Solo adalah sarang berbagai aliran, dari yang ekstrim kiri hingga ekstrim kanan, wajar saja bila yang mengajarkan manhaj Salaf kadang mengadopsi pemikiran harakah dan semisalnya. Demikian pula orang yang besar di Solo seperti Ahmad. Ketika minat bacanya demikian Read More ...
Adalah Ahmad (bukan nama sebenarnya), pemuda yang lahir dari sebuah keluarga menengah di Solo tiga puluh tahun silam. Sejak kecil ia dididik sebagaimana mayoritas anak-anak di masanya. Ia harus mengenyam pendidikan formal dengan ‘baik’, agar kelak memiliki ‘masa depan yang cerah’. Jenjang sekolah dasar ia selesaikan dari salah satu SD Islam yang masuk nominasi 10 besar di kotanya. Berbekal NEM yang cukup tinggi (45,24), ia melanjutkan studinya ke SMP Negeri Read More ...
Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary dari kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify. Abu Ibrahim bercerita: Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang… Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Read More ...
Orang beriman, jiwa raganya tidak tersibukkan kecuali oleh satu masalah, yaitu tauhid. Mereka berusaha mati-matian untuk menegakkannya dan menumbangkan kekufuran, meski harus menempuh berbagai cara. Mereka adalah manusia yang menghambakan segenap jiwa raganya untuk Allah ‘azza wa jalla, dan mencita-citakan agar semua orang benar-benar menjadi hamba Allah. Demikian halnya dengan Sang kekasih Allah, Ibrahim ‘alaihissalaam… Berbagai cara ditempuhnya demi merealisasikan cita-cita nan luhur tersebut. Tak henti-hentinya Beliau mengajak para Read More ...
Ikhwati fillah, sungguh, tiada kitab yang lebih indah dari Al Qur’an… kitab yang menjelaskan segalanya dengan penuh hikmah. Ketika mengabarkan sesuatu, maka kabarnya adalah yang paling benar dan nyata… lalu ketika menyebut suatu perintah atau larangan, maka itulah perintah dan larangan yang paling utama dan relevan… dan ketika menyebut janji atau ancaman, maka itulah yang paling sesuai dengan hikmah Allah serta fadhilah-Nya. Demikian halnya saat Al Qur’an bercerita tentang Read More ...